Sabtu, 17 Oktober 2015

Ringkas Kajian " Setiap Pengungkapan CINTA Menuntut Pmbuktian "

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sahabat...


Pada kali pertama saya ingin meringkas sedikit kajian yang berjudul "Setiap Pengungkapan CINTA Menuntut Pembuktian''
oleh Ust. Rizal Yuliar Putrananda. Lc


Di negeri Arab, ada istilah yang artinya " Seorang manusia tercipta memiliki sifat suka, simpatik, senang, kepada siapa saja yang baik terhadapnya". Bukan hanya di negeri Arab saja, bahkan hal tersebut juga pasti di rasakan oleh kita semua. Baik itu anak kecil, anak muda, orang tua sekalipun.
Bila kita bertanya pada anak kecil "Dek, siapa yang kamu cintai?" mungkin mereka akan menjawab yaitu orang yang dekat dengannya, yaitu orang tua. maka cinta datang dari yang berbuat baik kepadanya.
Lalu bila kita bertanya pada diri kita sendiri, "Siapa yang Paling kita cintai?" pada urutan pertama, Allah, kemudian Rasulullah, orang tua, anak, teman, pasangan hidup, atau teman.
Memanglah sudah seharusnya kita menempatkan Allah pada posisi tertinggi di jantung kita. Beratkah? bila kita mengatakan "Aku Cinta Allah?" tentu sangatlah mudah mengatakan hal demikian. Namun bukan hanya di ungkapkan, maka dari itu hendaklah kita mampu membuktikannya.
Sangat logis apabila yang dinyatakan cinta menuntut pembuktiannya. Apasih definisi Cinta itu? bila kita mencari-cari definisi atau arti dari cinta itu sulit. Yang ada kita hanya menemukan tanda-tanda untuk mendefinisakannya, bukti-bukti kecintaan. Maka sungguh logis bila kita cinta pada Allah maka Allah tentu menuntut untuk kita membuktikannya. Dengan cara apa? Yaitu dengan cara taat pada Allah dan RasulNya, sebagaimana dalam ayat berikut :



Allah ta'ala berfirman:


قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ {31} قُلْ أَطِيعُوا اللهَ وَالرَّسُولَ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْكَافِرِينَ {32}
"Katakanlah, 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah, 'Taatilah Allah dan RasulNya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir." (Ali Imran: 31-32).


Ayat tersebut memerintahkan kita untuk mengikuti Rasul, menjadikannya sebagai Tauladan. Mengikuti tata cara Rasul, sebagai bukti cinta kita pada Allah dan juga Rasul. Dan jangan sampai dihati kita ada cinta yang setara dengan cinta kita kepada Allah. sebagaimana dalam ayat berikut :



وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ


Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Al Baqarah: 165)

 

Kewajiban untuk mengikuti Rasul juga ada dalam surah berikut :

Allah  berfirman:
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيْرًا
“Dan barangsiapa yang menentang/memusuhi Rasul sesudah nyata baginya al-hidayah (kebenaran) dan dia mengikuti selain jalannya orang-orang mu’min, niscaya akan Kami palingkan (sesatkan) dia ke mana dia berpaling (tersesat) dan akan Kami masukkan dia ke dalam jahannam dan (jahannam) itu adalah seburuk-buruk tempat kembali”. (An-Nisa’ : 115)


 قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ 
Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk". ( Al A'raf : 158 )


Bila kita senantiasa taat pada Rasul sebagai bukti cinta kita pada Allah dan Rasul, Rasul akan menyambut kita kelak...
dan Allah tidak akan mencampakkan hambaNya yang senantiasa taat kepadaNya..
bahwa Setiap Pengungkapan CINTA Menuntut Pembuktian....



Sabtu, 17 Oktober 2015
Masjid Baabut Taubah Bekasi
Ust. Rizal Yuliar Putrananda, Lc
(Alumni Madinah, da'i di Jawa Tengah, pengisi Insan TV & Rodja)


demikian yang dapat saya ringkas, kurang lebihnya mohon di maafkan.
semoga nikmat iman dan islam semakin kuat di hati kita... Aamiin Yaa Rabbal'alamiin